MU Terpuruk! 3 PR Ini Yang Harus Segera Diselesaikan Ole Gunnar Solskjaer

Penampilan Manchester United musim ini belum menjanjikan, banyak hal yang harus segera diperbaiki Ole Gunnar Solskjaer, Diantaranya 3 PR ini:

3. Inkonsisteni Marcus Rashford

Tak ada yang meragukan kapasitas Marcus Rashford sebagai salah satu pemain muda berbakat di Eropa. Salah satu buktinya bagaimana Ole Gunnar Solskjaer lebih mempercayai jebolan akademi MU itu untuk mengisi lini depan timnya ketimbang pemain berpengalaman seperti Romelu Lukaku.

Namun ada satu kekurangan yang masih dimiliki Rashford, yakni inkonsistensi. Sejak Ole mendarat di Old Trafford pada pertengahan Desember tahun lalu, Rashford baru mengemas 9 gol di Premier League.

Itu semua terjadi bukan karena Rashford miskin peluang, melainkan karena penyelesaian akhir yang buruk.

Tercatat, Rashford justru menjadi salah satu pemain dengan tembakan ke arah gawang terbanyak dengan total 82 tembakan tepat sasaran.

Jumlah itu hanya bisa dikalahkan oleh penyerang milik Liverpool, Mohamed Salah yang berhasil membukukan 15 gol dalam waktu yang bersamaan.

Dari 82 shot on target, setidaknya Rashford mempunyai 20 peluang emas yang seharusnya bisa dikonversikan menjadi gol sejak Ole melatih MU.

Tapi, ia hanya sanggup melesakkan 6 gol saja atau hanya 30% saja. Karena itu, inkonsistensi Rashford dalam urusan menjebol gawang lawan menjadi PR serius bagi Ole.

2. Minim Eksekutor Bola Mati

Semenjak Paul Pogba dan Marcus Rashford gagal memanfaatkan tendangan penalti yang membuat tim mereka gagal meraih kemenangan membuat Ole Gunnar Solskjaer mendapat sorotan dan kecaman dari berbagai pihak.

Bukan hanya soal eksekutor tendangan penalti, MU pun minim pemain yang handal dalam memanfaatkan tendangan sudut.

Untuk mengatasi hal tersebut, ada baiknya Ole menginstruksikan salah satu pemainnya untuk terus mengasah kemampuan bola-bola mati, seperti tendangan penalti dan tendangan sudut.

1. Pertahanan Masih Rapuh

Ibarat penyakit lama, rapuhnya pertahanan MU memang sudah terjadi sejak lama yang kini kambuh lagi. Asa sempat muncul ketika MU berhasil menggaet Harry Maguire dengan harga tinggi.

Namun harapan tersebut hanya bertahan seumur jagung karena sekarang ini pertahanan MU kembali menjadi bulan-bulanan lawan bahkan oleh tim sekelas Wolverhampton, Crystal Palace ataupun Southampton.

Beberapa kelemahan yang sering dilakukan pemain bertahan MU adalah mereka kerap telat turun ketika lawan melakukan serangan balik dengan cepat.

Selain itu, Victor Lindelof menjadi pemain yang paling bertanggung jawab atas gol yang diciptakan Crystal Palace dan Southampton karena ia kalah dalam duel udara.

Rapuhnya pertahanan MU semakin diperparah dengan penampilan David De Gea yang terus menurun karena tak jarang melakukan blunder.

Itulah ketiga PR yang harus segera diselesaikan Ole Gunnar Solskjaer secepatnya.

Terlepas dari itu, Manchester United akhir pekan ini akan menjamu Leicester City pada hari Sabtu malam dan sangat ingin kembali ke jalur kemenangan di Liga Premier.

Setan Merah belum meraih tiga poin sejak hari pembukaan yang mereka menangkan dengan fantastis dari Chelsea, pergi ke Wolverhampton Wanderers dan Southampton di kedua sisi kekalahan kandang yang mengecewakan dari Crystal Palace sejak itu.

Manchester United akan kehilangan Luke Shaw, Diogo Dalot, Eric Bailly dan Timothy Fosu-Mensah saat melawan Leicester, sementara ada keraguan besar atas kebugaran Anthony Martial dan Aaron Wan-Bissaka, yang masing-masing pulih dari cedera paha dan punggung.

Jesse Lingard menarik diri dari jeda internasional baru-baru ini dengan Inggris karena sakit tetapi diharapkan siap pada waktunya untuk hari Sabtu, sementara penarikan Paul Pogba dari pasukan Prancis baru-baru ini dianggap sebagai tindakan pencegahan belaka.