Masalah Terbesar Manchester United Terlihat Jelas Setelah Kalah Dari Crystal Palace

Di bawah terik sinar matahari Manchester, Ole Gunnar Solskjaer dan timnya kehilangan ketenangan saat kegagalan transfer musim panas mereka kembali menghantui mereka.

Man Utd gagal mengalahkan Crystal Palace untuk pertama kalinya dalam sejarah Liga Premier dengan kekalahan 2-1 di Old Trafford pada malam tadi dan ini benar-benar akhir pekan yang buruk bagi Manchester United.

Manchester United sebenarnya menguasai jalannya pertandingan namun sayangnya penyelesaian akhir yang buruk menjadi masalah menggagalkan semua peluang untuk mencetak gol. Crystal Palace yang bermain dibawah tekanan justru mampu mencuri dua yakni melalui Jordan Ayew dimenit ke 32′ dan Patrick Van Aanholt di menit ke tiga tambahan waktu babak kedua.

Sedangkan Manchester United hanya mampu mencetak satu gol melalui Daniel James dimenit ke 89′. Sebenarnya pertandingan bisa saja berakhir imbang bila tendangan penalti Marcus Rashford dimenit ke 70′ tidak digagalkan oleh tiang gawang.

Kekalahan yang di derita Manchester United atas Crystal Palace itu telah menghadirkan banyak pendapat yang terbuka dan mentah dari satu pihak yang pada akhirnya akan berputar-putar tiada henti, seperti, bila dengan wasit yang berbeda, Manchester United mungkin meraih tiga poin pada Sabtu sore, bila Marcus Rashford mampu mencetak gol dari penalti, mungkin ceritanya akan berbeda.

Sebenarnya, banyak masalah dalam skuad Manchester United telah sangat jelas terlihat sejak bursa transfer musim panas.

1. Yang sangat mengkhawatirkan adalah melihat kurangnya kreativitas di lini tengah dan serang mereka, karena mereka terus-menerus gagal menusuk jantung pertahanan Crystal Palace yang mengundang untuk ditekan bahkan dari peluit pertama.

2. Permainan Manchester United yang mendorong maju para pemainnya juga telah meninggalkan celah lebar di belakang dan tidak mengherankan bila melihat anak asuh Roy Hodgson mampu memanfaatkan hilangnya konsentrasi para pemain Manchester United untuk mampu mencetak dua gol kegawang David De Gea.

3. Setelah kepergian Ander Herrera dan Marouane Fellaini dari lini tengah mereka, United hanya perlu merekrut seseorang untuk menggantikan mereka di musim panas, namun mereka tidak melakukannya.

4. Demikian juga keputusan untuk menjual Romelu Lukaku tetapi tidak mendatangkan penggantinya, hal ini juga bisa kembali menghantui Manchester United pada pertandingan-pertandingan mendatang.

5. Strategi counter attack yang di terapkan Ole Gunnar Solskjaer hanya cocok bila mereka menghadapi klub-klub besar yang memiliki penguasaan bola dan apabila dalam posisi yang di anggap sebagai tim underdog.

6. Ketiadaan pemain di sisi Pogba yang mampu membuatnya nyaman untuk mengkreasikan permainan menyerangnya.

7. Ketiadaan sosok pemimpin yang menjadi panutan dan mampu menularkan mental juara pada skuad.

Apa yang membuat masalah ini sedikit lebih terobati adalah mereka jelas telah menambah kualitas ke dalam tim, Aaron Wan-Bissaka dan Harry Maguire telah mengubah garis pertahanan, sementara Daniel James telah menambahkan energi yang sangat dibutuhkan untuk garis serangan mereka yang stagnan.

Itu berarti masalahnya bukan lagi dengan para pemain yang direkrut oleh Manchester United, tetapi dari kedalaman skuad di Manchester United yang ada sebelumnya, dengan tiga pertandingan yang baru mereka lewati, jelas telah menunjukkan seberapa jauh mereka telah tertinggal dan seberapa dalam mereka telah jatuh.

Jendela musim panas lalu menunjukkan Manchester United telah melakukan perbaikan dalam hal merekrut pemain yang tepat, tetapi jika mereka ingin menjadi salah satu tim papan atas di Inggris lagi, mereka harus mengeluarkan lebih banyak uang lagi pada jendela transfer yang akan datang.