Magath Merespon Kesuksesan Guardiola di Barca Karena Lionel Messi
Magath Merespon Kesuksesan Guardiola di Barca Karena Lionel Messi
Bandar36JPDewa

Pertikaian yang terjadi di antara Felix Magath dengan Pep Guardiola memang cukup menarik perhatian khalayak ramai. Pasalnya, sang mantan pelatih Bayern Munchen itu memang sempat menyerang pihak lawan karena satu dan lain hal. Pada pemaparan opini pihak Felix mengungkap masalah kesuksesan dari pihak Pep dulu karena memiliki Lionel Messi.

Sehingga, pihak lawan menganggap bahwa kesuksesan dirinya sekarang bukan lagi masalah kerja keras melainkan peran Messi merubah permainan. Beberapa tahun lalu tepatnya 2008 hingga 2012, Barcelona berhasil mencetak sejarah yang tidak bisa dilupakan. Di mana mereka berhasil memainkan bola terbaik.

Dibandingkan dengan rekor pencapaian klub bola lainnya, hanya merekalah ternyata mampu memberikan kesuksesan selama satu periode kepada klub kesayangan. Bahkan, pencapaian pada Liga Champion dengan dua gelar perolehan juga tidak kalah keren. Untuk itu, wajar saja apabila da beberapa pihak mungkin merasa iri dan timbul rasa tidak suka pula.

Inilah yang terjadi di antara kedua pelatih tersebut di mana mereka saling melemparkan pendapat masing-masing. Satu pihak memang merasa bahwa Pep itu menang karena berada di belakang pemain fenomenal timnya, Messi. Namun, dari Pep memberikan keterangan dan klarifikasi bahwa dirinya memiliki talenta hebat dan tidak butuh uluran tangan siapapun untuk maju.

Kemenangan Gemilang dan Menjadi Rival Tersulit Bagi Tim Lainnya

Pernyataan di atas merupakan paparan langsung dari Sir Alex Ferguson yang merupakan manajer legendaris Manchester United. Pembicaraan ini dibahas karena ingin melakukan klarifikasi mengenai pemaparan dari Felix tentang Pep tadi. Karena, dirinya merasa bahwa semua orang memiliki kapasitas atau skill berbeda-beda.

Maka, tidak bisa dengan gampang dan mudahnya mengambil kesimpulan untuk berkata bahwa Pep berada di posisi sekarang karena Lionel Messi. Bisa jadi hal ini benar, namun pastilah itu hanya bonus saja. Dirinya berusaha sekuat tenaga dan juga memiliki keunikan dan nilai jual diri yang tidak dimiliki orang lain.

Contoh tadi, di mana Blaugrana berhasil menjadi pemenang dua kali berturur-turut mengalahkan Manchester United pada Liga Champions tahun 2009 dan 2011. Tim tersebut juga berhasil mendapatkan pujian dari sang manajer legendaris, Alex.

Alex menambahkan bahwa tim tersebut memang kini menjadi rival tersulit yang mereka hadapi sepanjang karir. Bahkan dirinya juga yakin bahwasanya tim lainnya merasakan pengalaman sama. Tetapi, uniknya ternyata Felix Magath memiliki pendapat bahwa kemenangan dan kecemerlangan Barcelona pada periode tersebut terjadi berkat faktor sentral.

Yaitu kemampuan dari tim, pelatih dan manager Argentina dalam mengatur siasat pertandingan sehingga bisa menang. Tidak kalah penting ialah member dari tim sepakbola dengan fans terbanyak ini juga sangat kompak. Sangat jarang terdengar di berita bahwasanya ada pertikaian dan kemarahan sengit antar anggota kecuali karena alasan sepele.

Ada bunyi perkataan seperti ini, “Barcelona itu mendapatkan gelar karena hasil dari menggandeng Lionel Messi. Bukan karena usaha Pep Guardiola, melainkan Messi memegang faktor utama dalam meraup sukses. Pemain legendaris itu dipercaya sudah berhasil mendapatkan simpati dan mewujudkan mimpi klubnya.

Magath Merespon Kesuksesan Guardiola di Barca Karena Lionel Messi
Magath Merespon Kesuksesan Guardiola di Barca Karena Lionel Messi

Perjalanan Pep Guardiola Sebelum Bersama Barcelona

Ada banyak berita simpang siur sebelumnya berkaitan dengan Pep hingga akhirnya mendapatkan kesimpulan akhir. Sebelum dengan Barcelona, diketahui bahwa dirinya itu juga pekerja keras dan mudah beradaptasi. Ia juga diketahui suka menikmati kesuksesan dengan tim sebelumnya pada saat memenangkan pertandingan.

Diketahui bahwa ia pernah membawa kemenangan di Bundesliga pada saat membawa pulang tiga gelar selama tiga tahun masa karir bersama dengan Bayern Munchen. Tetapi, ada satu momen sedih di mana saat Pep belum berhasil memenangkan Liga Champions dikarenakan mewarisi skuad treble winners idenya Jupp Heynckes.

Dirinya juga sempat memiliki kerja sama baik dengan Manchester City dan juga menoreh prestasi serupa. Bekerja keras hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan investasi secara besar-besaran. Investasi itu dalam bentuk transfer pemain pada saat berada di Etihad Stadium. Meski gagal, namun para pemain tetap mengapresiasi usahanya tersebut.

Dari beberapa pemaparan inilah akhirnya banyak kalangan membuat berita bahwasanya Pep memang tidak mampu. Meski ia sudah berusaha, namun tetap saja taktik ia dari masa lalu juga sudah sempat gagal bahkan saat sudah di tahun keempat ia di klub tertentu. Maka, tidak heran jika disebutkan bahwa Pep berada di posisi sekarang karena Barcelona dan Messi.

IndokasinoBantengmerahKLIK4A