Lukaku Berikan Sindiran Keras Kepada Pihak Ini Terkait Chant Monyet Dari Suporter Cagliari Padanya

Romelu Lukaku menjadi sasaran chant monyet selama kemenangan 1-2 Inter Milan atas tuan rumah Cagliari di Sardegna Arena, sementara itu sejumlah bintang di Premier League baru-baru ini juga menjadi korban pelecehan rasial di media sosial.

Bomber berusia 26 tahun itu meminta federasi sepakbola dan platform media sosial untuk benar-benar serius dalam memerangi rasisme. RomelubLukaku menjadi pesepakbola terakhir yang dilecehkan oleh pendukung Cagliari pada Senin dini hari WIB.

Seperti yang Dilansir dari situs The Sun (03/09/2019), jurnalis Italia, Matteo Bonetti, mengatakan: “Perilaku yang mengejutkan dari sekelompok penggemar Cagliari! Sekali lagi chant monyet rasis diteriakkan saat Lukaku mengambil penalti. Baru musim lalu insiden Moise Kean dihapuskan. Sesuatu harus dilakukan terkait pelecehan rasial ini.”

Dilansir dari situs Daily Mirror (03/09/2019), bocah baru Everton, Moise Kean, menderita hal yang serupa ketika ia bermain bersama Juventus musim lalu, tetapi Cagliari lolos dari hukuman setelah Federasi Sepakbola Italia menyatakan bahwa chant tersebut memiliki “relevansi terbatas secara objektif”.

Sebelumnya Blaise Matuidi dan Sulley Muntari juga sama-sama pernah mengalami pelecehan rasis di Sardegna Arena, tetapi pihak Serie A dan FIGC menunjukkan sedikit tekad untuk memberantas Cagliari di tahun-tahun sebelumnya.

Rasisme sendiri semakin marak di media sosial dalam beberapa pekan terakhir, di mana sejumlah bintang Premier League menjadi target. Duo Chelsea Tammy Abraham dan Kurt Zouma, duet Manchester United Paul Pogba dan Marcus Rashford hingga pemain Reading Yakou Meite dilecehkan secara online.

Baik Chelsea maupun Manchester United sudah merilis pernyataan klub yang menyatakan diri bahwa mereka “jijik” oleh insiden tersebut, sedangkan Kick It Out dan sejumlah pemain meminta platform media sosial seperti Twitter dan Instagram untuk bertindak tegas.

Terbaru, setelah insiden chant monyet yang menimpa Romelu Lukaku pada Senin dini hari WIB, Romelu Lukaku akhirnya berbicara. Striker internasional Belgia itu mengatakan: “Banyak pemain menderita karena pelecehan rasial pada bulan lalu,” tulisnya di Instagram pribadinya

“Saya mengalami hal yang sama kemarin. Sepakbola adalah permainan yang seharusnya dinikmati oleh semua orang, dan kita tidak bisa menerima segala bentuk diskriminasi yang akan membuat malu permainan ini.”

“Saya harap federasi sepakbola di seluruh dunia bereaksi keras terhadap semua kasus diskriminasi!!! Platform media sosial [instagram, Twitter, facebook…] perlu bekerja lebih baik juga dengan klub sepakbola karena setiap hari kita bisa melihat setidaknya komentar rasis yang mengungkit masalah warna kulit.

“Kami sudah mengatakannya selama bertahun-tahun, tapi masih belum ada tindakan nyata… Bapak-bapak dan ibu-ibu, seharusnya kita maju alih-alih mundur di tahun 2019 dan saya pikir sebagai pemain kita perlu bersatu dan memberikan pernyataan tegas terkait masalah ini demi menjaga permainan ini tetap bersih dan menyenangkan bagi semua orang.”

Setelah insiden tersebut di Italia, rekan setim Romelu Lukaku di Nerazzurri, Martin Skriniar, mengatakan: “Saya mendengar sesuatu yang saya pikir tidak boleh ada dalam sepakbola, jadi saya mengatakan kepada penggemar Cagliari menutup mulut mereka,” katanya seperti yang dikutip dari situs Express Sport(03/09/2019).

Romelu Lukaku mencetak masing-masing satu gol di kedua pertandingan pertama Serie sejak pindah dari Manchester united senilai 74 juta poundsterling. Tim asuhan Antonio Conte kini berada di puncak klasemen Serie A dengan raihan enam poin dari dua giornata, unggul selisih gol di atas Torino dan juara bertahan Juventus.