Lagi-Lagi Barcelona Pecat Pelatih, Ini Kronologinya
Lagi-Lagi Barcelona Pecat Pelatih, Ini Kronologinya
Bandar36JPDewa

Dibandingkan dikenal dengan trofi untuk dibanggakan, Barcelona justru menjadi sorotan publik akibat pemecatan kedua pelatihnya dalam waktu singkat. Musim sepakbola tahun ini menjadi perjalanan yang berbatu untuk Barcelona. Meski sempat nyaman di puncak klasemen Liga Spanyol, Real Madrid berhasil menggeser di pertandingan terakhir.

Selain gagal mempertahankan trofi di Liga Spanyol, langkah Barcelona juga terhenti di seperempat final Liga Champions. Bayern Munchen membabat habis dengan skor 8-2 untuk tim Lionel Messi tersebut. Ini sukses membawa Barcelona di titik keterpurukan yang berarti pada tahun ini.

Upayanya untuk menghidupkan klub kembali justru berbanding terbalik dengan memutar setir pemecatan pelatih. Dilansir klub asal Catalan ini mengalami pemecatan pelatih di tahun 2020 sebanyak dua kali. Setelah kabar pemecatan Valverde disusul dengan kabar hengkangnya Setien pada Selasa (18/8/2020).

Pemecatan Ernesto Valverde

Sebelum menunjuk Quique Satien sebagai pelatih resmi Barcelona, klub ini memecat Ernesto Valverde pada januari 2020 karena dianggap kurang cakap untuk membina. Pemecatan yang mengejutkan publik ini justru dianggap membawa banyak kejanggalan setelah dedikasi yang diberikannya untuk Barcelona.

Meski juga tidak memberikan nilai kepuasan untuk banyak pihak, dedikasi yang diberikan Valverde tidak membawa hasil begitu buruk. Meski mengalami kegagalan di Liga Champions, Barcelona juga mampu mengharumkan namanya di beberapa pertandingan. Bahkan sempat menyabet dua gelar La Liga yang cukup membanggakan.

Barcelona juga tidak bisa dikategorikan memasuki lingkaran krisis meskipun klub Lionel Messi dkk ini menemui bencana kegagalan di Piala Super. Dengan menduduki kursi puncak klasemen La Liga sudah membawa klub lolos dalam babak 16 besar di Liga Champions.

Selain lolos dalam babak 16 besar, Ernesto Valverde juga memandu Lionel Messi menunjukkan permainan cantiknya di tahun lalu dan tahun ini. Dengan asuhannya, justru mengambil gelar pemain terbaik Ballo d’Or untuk kembali dibawa pulang oleh Messi.

Ernesto Valverde bertemu dengan anakan Barcelona di usia mereka yang sudah dibilang cukup. Usia Messi sendiri yang sudah berada di angka 32 tahun dengan Luis Suarez, Gerard Pique, dan Jordi Alba yang juga berada di angka 30-an tentu akan mengurangi kegesitan saat beradu di lapangan.

Pemecatan Quique Setien

Dilansir dari pengumuman resmi di akun @FCBarcelona bahwa diberhentikannya Quique Setien atas statusnya sebagai pelatih resmi sudah mendapat persetujuan dari dewan direksi. Digadang-gadang ini menjadi keputusan pertama menyangkut restrukturisasi klub yang lebih transparan. Pengumuman mengenai pelatih baru juga akan diinfokan sesegera mungkin setelah kesepakatan terjadi.

Menjadi pelatih kedua yang diberhentikan pada tahun 2020 ini tercatat Quique Satien sudah membawa klub dalam 25 pertandingan, 3 Liga Champios dan Piala Raja, dan 19 liga dengan total 16 kemenangan, 4 kali seri, dan 5 kekalahan selama 7 bulan terakhir.

Selain pemecatan Quique Satien, Presiden Klub Barcelona, Josep Maria Bartomeu mendapat sorotan dari banyak mata akibat kegagalan-kegagalan yang dialami oleh klub. Dan bisa saja letak permasalahan kegagalan klub ini bukan pada kualitas pelatihnya yang selalu diragukan setelah pertandingan.

Lagi-Lagi Barcelona Pecat Pelatih, Ini Kronologinya
Lagi-Lagi Barcelona Pecat Pelatih, Ini Kronologinya

Konflik Internal Barcelona

Drama yang meliputi internal Barcelona juga turut melibatkan sang bintang, Lionel Messi. Sampai disebut-sebut Messi tanpa enggan akan meninggalkan Barcelona secepatnya, padahal dalam kontrak tertandatangan tersebut dicatat kontrak Lionel Messi masih berlangsung sampai tahun 2021.

Menurut rumor beredar, Messi akan menjadi incaran empuk beberapa klub besar seperti, Inter Milan, Manchester City, dan Paris Saint Germain. Namun Messi masih belum memberikan keterangan terkait kabar yang sudah sampai di telinga internasional tersebut.

Messi tetap hadir dengan penawaran yang tinggi untuk kelas bintang pemain internasional meski sempat diisukan menjadi salah satu sumber masalah di tengah pertikaian Barcelona. Dikabarkan Messi banyak ikut campur dalam kebijakan klub. Seperti halnya ketika Ia menentang klub mendatangkan Antoine Griezmann, bukannya Neymar.

Menyiasati hal ini, Barcelona dikabarkan akan menargetkan Ronald Koeman untuk mengisi kursi pelatih yang sedang mengalami kekosongan. Selain menghabiskan waktu untuk fokus pada pelatih, pengurus klub juga harus siap direpotkan untuk mengadopsi pemain-pemain baru sesegera mungkin guna menambal lubang di lapangan saat menghadapi lawan.

IndokasinoBantengmerahKLIK4A