Jadi Kambing Hitam Atas Kekalahan Arsenal, David Luiz Murka

David Luiz dianggap sebagai biang kerok hingga terciptanya penalti bagi Liverpool. Ini tak lain karena pemain baru Arsenal tersebut tertangkap mata wasit menarik baju Mohamed Salah di kotak terlarang. Pro kontra pun tercipta hingga pelatih Arsenal Unai Emery sampai menyebut wasit tersebut bertindak ‘lebay’ alias berlebihan dalam mengambil keputusan.

“Penalti adalah kunci permainan, tetapi itu (tarikan) sangat lemah.” Kata Unai Emery.

Ya, karena tarikan itu lemah dan cenderung lebih melakukan gerakan menahan Mo Salah, maka memberikan penalti bagi Liverpool dianggap Emery adalah berlebihan. Apalagi, seperti dikatakanyya tadi, penalti-lah yang kemudian bisa mengubah jalannya pertandingan.

Bek tengah Arsenal, David Luiz, mengkritik keputusan wasit yang menghadiahi Liverpool penalti pada babak kedua saat timnya kalah 3-1 di Anfield, dan mengungkapkan Mohamed Salah mengatakan kepadanya bahwa penyerang Mesir itu bahkan tidak merasakan jerseynya ditarik.

Pemain internasional Brasil, yang hengkang dari Chelsea seharga £ 8 juta di deadline day jendela transfer EPL, terlihat jelas menarik kaos Mo Salah di dalam area terlarang arsenal pada awal babak kedua dan wasit pun langsung menunjuk titik putih.

Sang Raja Mesir tidak membuat kesalahan berarti dalam mengeksekusi sepakan 12 pas timnya – dan kemudian melewati Luiz lagi untuk mencetak gol keduanya – tetapi bek The Gunners itu merasa hanya terjadi sedikit kontak dan seharusnya tidak berbuah penalti.

Luiz juga mengungkapkan jika Mo Salah mengucapkan kata kepadanya, usai wasit menghadiahkan penalti pada Liverpool. “Saya pikir gol kedua, penalti, membunuh pertandingan,” ujar bek berambut keribo itu dilansir dari Sky Sports (25/08/2019).

“Ya [itu naluriah], saya pikir Anda tidak bisa menghilangkan itu dari para pemain, itu hanya refleks. Ketika saya berbalik saya melihat dan saya menariknya tetapi saya melepaskan kekuatan [tarikan saja].”

“Saat itulah saya berbicara dengan Momo [Salah] dan dia mengatakan: ‘Saya tidak merasa kamu menarik saya, itulah sebabnya saya tidak jatuh ke tanah’.”

“Memang sekarang ada VAR, tetapi tidak dapat menilai kekuatan [tarikan pada jersey] sehingga sulit bagi wasit, ia melihat jersey ditarik. Itu sulit bagi mereka, jadi saya tidak bisa mengeluh kepada wasit.”

“Jika Anda bermain dengan mengenakan jersey ekstra besar saat ini, maka itu bisa berpotensi memperoleh penalti di setiap saat. Itu interpretasi. Jika Anda menarik seseorang dengan kekuatan penuh dan menghentikannya dari menguasai bola, itu kasus berbeda. Tapi apa yang saya lakukan hanyalah refleks.”

“Ya begitulah yang terjadi, dia mencetak penalti dan saya menerima kartu kuning. Pada gol ketiga saya tidak bisa melakukan pelanggaran dan membuat tim saya bermasalah karena bermain dengan 10 orang pemain.”

“Jadi saya pikir saya mengkondisikan permainan saya setelah itu, itu lebih sulit, tetapi tim berjuang sampai akhir.” Ia menambahkan: “Jika saya menarik jersey Anda atau meletakkan tangan saya di jersey Anda, itu sama sekali berbeda, kekuatan tarikannya pun berbeda.”

“VAR sulit untuk membedakannya, mereka tidak dapat menilai kekuatan tarikan pada jersey. Tergantung interpretasinya. Saya berbicara dengan Momo dia juga berkata, ‘Saya tidak merasakan itu’,” jelas Luiz yang terlihat masih kesal dengan keputusan penalti yang diberikan pada Liverpool.

Terserahlah, nyatanya Arsenal memang kalah 3-1 dari Liverpool. Dan pada gol ketiga Liverpool atau gol kedua Mo Salah pada laga itu, Luiz juga tak bisa berbuat banyak. Dengan gampang bek Brasil itu dilewati bintang Mesir tersebut.