Hidup Matinya Inter Milan Ada di Sepanjang Sisa Serie A
Hidup Matinya Inter Milan Ada di Sepanjang Sisa Serie A
Bandar36JPDewa

Laga lanjutan Serie A Italia 2019-2020 kemarin menjadi penentu nasib Inter Milan. Hal itupun disampaikan oleh pemain legendarisnya, Romelu Lukaku ketika pertandingan selesai. Skor 2-1 dengan Inter Milan sebagai pemenang sehingga mampu melenggangkan diri menuju babak berikutnya. Menurut Lukaku, permainan kali ini sangatlah penting.

Kemenangan itupun memberikan tambahan tiga poin untuk Nerazzuri sehingga lebih dekat dengan Serie A Italia. Bahkan prestasi tersebut membuka peluang untuk terus menempel Lazio dan Juventus. Terlebih lagi Juventus jauh tertinggal sebanyak enam poin yang membuat sang pelatih khawatir tak mampu memasuki laga berikutnya.

Lukaku mengakui jika pertandingannya melawan Sampdoria kemarin terasa mendebarkan. Permainan berlangsung di mana Inter Milan sebagai tuan rumah di Giuseppe Meazza, Senin 22 Juni 2020 dini hari WIB. Tak ingin malu sebagai tuan rumah, akhirnya tendangan terakhir Lautaro Martinez menyelamatkan timnya menuju kemenangan dimenit ke-33.

Berkat itulah Inter Milan meraih posisi ketiga di klasement Serie A dengan poin 57. Jumlah pertandingan sepanjang musim laga menjadi 26 kali dan menghasilkan aksi memuaskan. Antonio Conte sebagai pelatih mereka patut berbangga sebab anak asuhannya dapat mengejar ketertinggalan poin atas Juventus.

Kemenangan yang Cukup Sulit Diraih

Romeru Lukaku, pemain berusia 27 tahun tersebut mengaku kewalahan bermain di lapangan. Semua sisa pertandingan musim 2019-2020 sangatlah berat apalagi harus berhadapan dengan tim-tim internasional. Ketika berhadapan dengan Sampdoria, Inter Milan menghasilkan dua goal terbaik dan salah satunya dari Lukaku.

Ia sendiri memberikan kontribusi poin pertama di menit ke-10 kemudian disusul oleh Martinez. Lukaku mengatakan kalau setiap pertandingan diperkirakan semakin sulit walaupun timnya berhasil menang. Seluruh pemain Inter Milan harus mempersiapkan diri bahkan mengembangkan potensi secara maksimal untuk laga selanjutnya.

Terlebih lagi pertandingan Serie A sudah vakum sepanjang 3 bulan karena pandemi Corona. Sedangkan sebagian besar tim tak hanya fokus menjaga kesehatan dan interaksi melainkan merencanakan program latihan terbaik. Hal itupun menjadi salah satu faktor utama sulitnya meraih kemenangan tiap pertandingan.

Baginya Inter Milan sudah berusaha keras demi performa apik sehingga menghasilkan poin 2-1 mengungguli Sampdoria. Satu goal yang dicetak Lukaku termasuk goal ke-18 sepanjang 26 pertandingan Liga Italia 2019-2020. Hal itupun membuatnya sanggup mengikuti tiga pemain legendaris Inter Milan dengan koleksi 18 goal sepanjang musim.

Tak mengherankan kalau selisih skor sepanjang musim ini tergolong kecil. Masih tersisa 12 laga terakhir untuk menentukan apakah Inter Milan berhasil atau mundur jauh. Berkat banyaknya tendangan ditorehkan oleh Romelu Lukaku, sekarang ia sejajar pemain lain seperti Ronaldo Nazario de Lima.

Hidup Matinya Inter Milan Ada di Sepanjang Sisa Serie A
Hidup Matinya Inter Milan Ada di Sepanjang Sisa Serie A

Kilas Permainan Inter Milan Vs Sampdoria

Tak hanya beranggapan pertandingan Seria A musim ini berat, Romelu Lukaku juga yakin jika Inter Milan dapat meraih Scudetto. Timnya kali ini bersemangat dan fokus meraih trofi tersebut walaupun perjalanan kesuksesan mereka masih panjang. Kekalahan Sampdoria bukanlah penentu melainkan Inter Milan harus menghadapi lawan-lawan lainnya.

Untunglah pada babak pertama si tuan rumah mampu menorehkan dua goal sekaligus. Tendangan pertama dari Lukaku kemudian disusulkan Lautaro Martinez. Pasalnya Inter Milan dianggap loyo dan terjadi penurunan performa di babak kedua. Goal pertama tercipta karena kombinasi permainan hebat dar Martinez, Lukaku dan Erikssen.

Martinez sanggup mengontrol dan menggiring umpan kepada Lukaku kemudian terjadilah goal utuh. Sepanjang babak pertama, Sampdoria berusaha menyusul ketertinggalan skor namun tidak berhasil sehingga Inter Milan unggul 2-0. Barulah di babak kedua, tepatnya setelah delapan menit berlalu, Sampdoria mencetak goal dari Morten Thorsby.

Satu skor Sampdoria awalnya tercipta karena skema bola pojok. Gaston Ramirez memberikan umpan lambung kemudian diambil alih dengan sundulan Omar Colley. Akibat sundulan tersebut, bola mendarat tepat dikaki Morten Thorsby dan akhirnya mendapatkan kesempatan goal.

Sayangnya kiper Inter Milan, Samir Handanovic gagal menghadang masuknya bola sehingga Sampdoria mendapatkan satu skor. Setelah kemenangan itulah Inter Milan mengalami penurunan skill meskipun tetap apik menguasai bola. Di situlah terjadi pergantian pemain dimana Borja Valero dan Alexis Sanchez memasuki lapangan.

Inter Milan dirasa sangat pantas memasuki klasemen lanjutan Seria A bahkan menduduki peringkat atas. Beruntungnya mereka mempunyai pemain handal seperti Romelu Lukaku dengan prestasi 18 goal sepanjang musim 2019-2020. Wajar jika para pengamat bola menjejerkannya dengan sederet bintang lapangan internasional kelas kakap seperti Ronaldo.

IndokasinoBantengmerahKLIK4A