Duo Penyerang Liverpool Asal Afrika Mulai Tak Kompak-Klopp-Saya Suka Itu

Penyerang Liverpool, Sadio Mane tidak kuasa menahan amarahnya kepada rekan setimnya sendiri, Mo Salah saat Liverpool berhasil mengalahkan Burnley dengan skor telak 3-0 dipekan keempat Liga Inggris yang berlangsung di Turf Moor Stadium, Sabtu (31/08/2019).

Benarkah duo penyerang Liverpool asal Benua Afrika mulai tidak kompak? Setidaknya hal ini terlihat dalam laga terakhir melawan Burnley, dan Sadio Mane emosian melihat keegoisan rekannya tersebut.

Ceritanya, emosi Mane memuncak setelah pada menit ke-85 dia ditarik keluar dan digantikan oleh Divock Origi. Mane mengamuk saat menuju bench. Bahkan, Mane terlihat berteriak ke Klopp. Mane yang emosian pun akhirnya harus ditenangkan Joe Gomez, James Milner, dan Firmino.

Setelah laga usai baru ketahuan, sikap Mane itu karena keegoisan Salah dalam bermain. Tepatnya, dua menit sebelum ditarik keluar, Mane sejatinya bisa mencetak gol. Tapi ya itu tadi, Salah tak memberikan umpan padanya. Ya, ketika itu Salah berhasil menggiring bola hingga kotak penalti dan ada dua pemain mengadangnya. Sementara Mane di posisi bebas. Seandainya bola dialirkan ke Mane, besar kemungkinan akan gol. Tapi, Salah tetap memaksa menembak dan peluang terbuang begitu saja.

Jurgen Klopp pun menegaskan kemarahan Sadio Mane bukanlah karena digantikan. Klopp juga tidak ingin membesar-besarkan masalah tersebut.

“Sadio (Mane) adalah pria yang emosional. Dia tidak senang dengan suatu hal, tetapi dia marah bukan karena ditarik dari lapangan. Ini bukan masalah besar, kita akan bicarakan masalah ini di ruang ganti,” kata Jurgen Klopp.

“Dia begitu kecewa dan itu terlihat jelas. Sadio memang tidak bisa menyembunyikan amarahnya dan saya suka itu, tapi tenang itu akan diselesaikan,” begitu kata pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, seperti disiarkan sport.detik.

Untuk hal ini, Klopp menganggap wajar. Maksudnya, wajar kalau Mane emosi dan wajar juga kalau Salah egois. “Kami sudah membicarakan itu dan semuanya baik-baik saja. Kami ini adalah individu dan wajar emosional. Dia tidak senang dengan situasi di lapangan tadi. Tapi semuanya aman kok,” tambahnya.

Bisa dipahami tindakan yang diambil Mo Salah merupakan salah satu bagian dari naluri seorang striker. Karna pada Pertandingan tadi Banyak peluang yang diperoleh salah, tapi salah tidak berhasil mencetak gol. Sedangkan Sadio Mane dan Roberto Firmino sudah membukukan masing-masing satu gol pada pertandingan tersebut.

Terserahlah, yang jelas, pada laga tandang ke Turf Moor, Sabtu (31/8/2019) malam WIB itu, Liverpool berhasil memetik kemenangan tiga gol tanpa balas. Bunuh diri Chris Wood dan Sadio Mane membawa Liverpool unggul 2-0 di babak pertama, sebelum ditutup gol Roberto Firmino.

Lalu, bagaimana dengan Salah dan Mane? Hm, nyatanya apa yang terjadi pada Mane dan Salah seperti menunjukkan ke khalayak kalau memang ada sesuatu di antara mereka bukan? Bisa saja ini adalah sebuah sinyal soal hubungan mereka yang sudah mulai tidak kompak. Pasalnya, Salah dan Mane memang terus dibandingkan. Apalagi keduanya musim lalu meraih gelar top skor Liga Inggris bersama dengan koleksi 22 gol.

Prestasi Mane menyamai Salah tentu menjadi sebuah catatan tersendiri, pasalnya di dua musim lalu, Mane masih jauh di bawah Salah. Pun, di timnas, tepatnya pada Piala Afrika lalu, Mane cenderung lebih bersinar bersama Senegal dibanding Salah yang membela Mesir.

Nah, musim ini, Salah dan Mane kembali dihadapkan pada perbandingan itu lagi. Setidaknya untuk Liga Inggris yang telah berjalan empat pekan, Salah sudah mengumpulkan 3 gol sedangkan Mane baru 2 gol. Artinya, kalau kesempatan bikin gol itu diberikan Salah dan Mane berhasil mengeksekusinya, maka jumlah gol mereka akan sama bukan?