BWF World Tour Finals 2020, Wakil Indonesia Punya PR Besar
Bandar36JPDewa

Lima wakil Indonesia lolos dalam turnamen andalan 2020, yaitu BWF World Tour Finals 2020. Impact Arena, Bangkok, akan menjadi tempat diberlangsungkannya turnamen super 1000 BWF World Tour Finals 2020. Laga ini akan digelar pada tanggal 27-31 Januari 2021.

Ada empat sektor yang akan berlaga di turnamen itu. Ada sektor unggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Dari empat sektor itu, ganda campuran merupakan penyumbang wakil terbanyak, yaitu pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Sedangkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi wakil ganda putri. Ganda putra akan diwakilkan oleh pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Dari tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting berhasil lolos berkat sebuah keberuntungan. Kini, kelima wakil tersebut sedang menghadapi permasalahan dan tugas berat.

Tantangan untuk Masing-Masing Atlet Indonesia

Secara garis besar, konsistensi menjadi masalah utama dari kelima wakil Indonesia. Hal tersebut cukup dimaklumi mengingat sudah sepuluh bulan berlalu tanpa pertandingan akibat pandemi. Hal ini membuat permainan dan mental atlet Indonesia terpengaruh. Namun, mereka tidak bisa memaklumi alasan ini dalam pertandingan.

Fisik dan stamina atlet juga memiliki pengaruh. Dalam segi stamina, semua atlet peserta BWF World Tour Finals 2020 bisa dikatakan seimbang. Mereka sama-sama bermain dalam tiga turnamen secara beruntun. Lima wakil dari Indonesia ternyata memiliki pekerjaan rumah masing-masing dalam mempersiapkan turnamen ini.

Anthony Sinisuka Ginting baru saja pulih dari cedera. Ditambah lagi, Ginting baru saja menelan kekalahan dalam dua turnamen sebelumnya karena bermain tiga gim. Kekalahan pertama didapat dari Viktor Axelsen asal Denmark. Sedangkan kekalahan kedua didapat dari laga kontra Lee Cheuk Yiu.

Dua kekalahan ini didapat dari permainan tiga gim. Mental pemain muda ini perlu lebih diperhatikan. Dia memiliki kemungkinan kalah yang tinggi ketika harus bermain rubber game. Sedangkan dari sektor ganda putra, mereka mengalami masalah cedera betis.

The Daddies cukup terganggu dalam permainannya akibat masalah cedera ini. Dengan libur selama empat hari, diharapkan hal ini bisa teratasi. Memang cedera ini akan berpengaruh, namun sebenarnya masalah terbesar mereka adalah dari segi stamina. Usia kedua pebulutangkis ini sudah tidak muda lagi.

Hal ini disampaikan langsung oleh pelatih ganda putra Indonesia. Herry Iman Pierngadi juga mengatakan bahwa jika mereka tidak ingin menang, seharusnya bisa bermain dalam dua gim saja. Sementara jika dilihat dari segi mental, permainan, semangat, dan skill, pasangan ini masih baik. Hanya saja, mereka masih melakukan kesalahan pribadi terlalu sering.

Tekanan Berat dan Kondisi Fisik Jadi Pemasalahan Besar Atlet

Dari sektor ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti memulai turnamen oyota Thailand Open 2021 dengan performa kurang memuaskan. Hal ini terlihat dari pertandingan melawan Thom Gicquel/Delphine Delrue. Bahkan kedua pebulutangkis ini terlihat payah dalam komunikasi karena mereka lebih sering saling buang muka.

Sementara dalam dua turnamen sebelumnya, pasangan Hafiz/Gloria belum memiliki kesempatan melawan ganda campuran unggulan. Namun, mereka justru gagal masuk empat besar. Bahkan Hafiz/Gloria alami kekalahan di hari pertama turnamen Thailand Open 2021 jilid pertama.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu memiliki masalah mereka sendiri dalam segi fisik dan stamina. Ganda putri andalan Indonesia ini juga mengalami tekanan besar yang harus ditanggung. Setelah menjuarai turnamen Thailand Open 2021 jilid pertama, Greysia/Apriyani diharapkan bisa menjuarai BWF World Tour Finals 2020.

Akan tetapi, mereka kalah di partai semifinal Thailand Open 2021 jilid kedua dari pasangan Lee So Hee/Shin Seung Chan. Mereka memiliki waktu empat hari untuk memulihkan stamina. Greysia/Apriyani memiliki peluang besar manjuarai BWF World Tour Finals 2020 karena tidak ada tekanan dari wakil China.

IndokasinoBantengmerahKLIK4A