Piala Gubernur
Bandar36JPDewa

Piala Gubernur Jatim alias PGJ secara resmi telah berakhir, Kamis (20/2/2020) sore WIB. Klub asal Jawa Timur, Persebaya Surabaya keluar sebagai juara usai mengalahkan Persija Jakarta di babak final.

Bertanding di stadion Gelora Delta Sidoarjo, Bajul ijo mengakhiri laga dengan kemenangan 4-1. Tim asuhan Aji santoso tersebut mampu unggul cepat saat laga memasuki menit ke-3 lewat gol Oktavianus Fernando.

Tertinggal satu gol membuat Persija tampil keluar. Namun sayang bukan gol yang di dapat oleh macan kemayoran melainkan kartu merah untuk Ruji Utomo lantaran melanggar David da Silva pada menit ke-32.

Meski bermain dengan 10 orang pemain, Persija masih mampu mencetak gol penyama kedudukan jelang turun minum tepatnya di menit ke 42′ lewat gol Marko SImic.

Memasuki babak kedua Persebaya kembali unggul dengan skor 2-1 usai Konate mencetak gol. Bajul ijo kemudian menambah dua gol lagi lewat kaki Riki Kambuaya menit 55′ dan ditutup oleh Mahmoud Eid menit 80′.

Skor 4-1 pun bertahan hingga laga usai dan Persebaya pun keluar sebagai juara PGJ 2020. Lalu apa saja 5 poin yang menjadi pembicaraan hangat pasca laga ini berakhir? berikut ulasannya:
fandi-eko-utomo
1. Belum ada klub dari luar Jatim yang menjuarai PGJ

Sejak pertama kali digelar pada 2002 silam. Tercatat hanya klub asal Jawa Timur saja yang mampu menjuarai turnamen PIala Gubernur Jatim. Persik Kediri dan Persela Lamongan merupakan klub tersukses di turnamen ini dengan koleksi masing-masing lima gelar.
persija-vs-persebaya
2. Persebaya & Persija Calon Kuat Juara Liga 1 2020

Dengan materi pemain yang ada saat ini, rasanya masuk akal jika Bajul Ijo dan Macan Kemayoran sama-sama memiliki peluang cukup besar untuk menjadi kampiun Liga 1 2020.

Rekrutan anyar yang kedua tim ini datangkan saat jendela transfer juga menunjukkan keseriusan mereka dalam mengejar target juara. Persija sendiri berhasil mendatangkan Evan Dimas sebagai jenderal lini tengah.

Sedangkan di kubu Persebaya, hadirnya Makan Konate membuat lini tengah dan kreativitas Persebaya lebih meningkat. Namun keduanya masih memiliki masalah utama di sektor pertahanan dan harus segera dibenahi sebelum Liga 1 2020 bergulir.
wasit
3. Kepemimpinan wasit perlu ditanyakan

Ada dua momen yang sangat kontroversial dalam laga ini yang kemudian diputuskan juga dengan sangat kontroversial oleh wasit yang memimpin jalannya laga.

Momen pertama ialah saat Alwi Slamat terlihat dengan jelas menendang kaki Riko SImanjuntak yang sudah terjatuh. Meski wasit tengah tidak melihatnya admin rasa hakim garis berada cukup dekat dan bisa melihat dengan jelas kejadian tersebut.

Kejadian yang kedua dan yang kemudian merubah jalannya laga ialah saat di menit ke 32′ Ryuji Utomo diganjar kartu merah langsung. Sebuah keputusan yang masih bisa diperdebatkan tentunya oleh banyak kalangan.

Pertimbangan pertama ialah tarikan yang dilakukan Ryuji sama sekali tak berbahaya dan tidak bermaksud untuk mencederai da Silva. Sedangkan pertimbangan kedua yakni posisi da SIlva sudah siap berlari untuk berhadapan dengan Shahar Ginanjar.

Jadi menurut pengamatan kalian apakah Ryuji utomo layak dikartu merah?
mahmoud eid
4. Mahmoud Eid > Ibrahimovic ?

Penyerang sayap Persebaya bernomor punggung 9, Mahmoud Eid berhasil membukukan satu gol di menit ke 80′ sekaligus memperlebar jarak skor menjadi 4-1.

Usai mencetak gol Eid melakukan selebrasi di depan bench pemain dan pelatih Persija yang sontak membuat situasi kian memanas. Gaya tengilnya seakan mengingatkan kita kepada Ibrahimovic.

Namun saya kira seorang Ibra pun tak pernah rasanya melakukan selebrasi sekaligus memprovokasi lawan. Admin harap sih kejadian serupa tak perlu dicontoh oleh pemain lain dari klub manapun di Indonesia.

Kalian tahu sendiri lah sebar-bar apa suporter di Indonesia kalau sudah terkena provokasi lawan.
bonek
5. Kapan Bonek dan The Jak bisa satu tribun?

Admin sangat berharap tentunya seluruh suporter klib di Indonesia bisa menunjukkan dukungannya dengan cara yang kreativ tanpa diselipi aksi provokatif. Harapan admin sih semoga seluruh suporter di negara +62 bisa damai dan duduk dalam satu tribun stadion saat mendukung tim pujaan berlaga.

Itu saja dari admin kali ini. Semoga sepakbola di Indonesia makin dewasa kedepannya baik dari segi Infrastruktur, Prestasi dan juga Suporter.

IndokasinoBantengmerahKLIK4A