Liverpool FC

Nyaris tiga dekade berlalu sejak Liverpool memenangi kompetisi kasta tertinggi di Inggris. Tepatnya musim 1989-1990 ketika masih belum bernama Premier League.

Dalam satu dekade terakhir, setidaknya dua kali Liverpool hampir memenangi Premier League. Tercatat pada musim 2008-2009 dan 2013-2014 The Reds hanya nyaris memuaskan dahaga.

Musim ini pun, Liverpool masih berpeluang memupus kutukan di Premier League. Skuat asuhan Jurgen Klopp bersaing dengan Manchester City di puncak klasemen sementara.

Apabila dilihat polanya, terdapat jarak lima tahun dalam setiap kegagalan Liverpool. Apalagi, musim ini memiliki premis sama seperti sebelumnya, The Reds merupakan juara paruh musim.

Meski begitu, musim ini sedikit berbeda. Dari 31 pertandingan, Liverpool masih berada di puncak klasemen, unggul dua poin dari Manchester City yang memiliki tabungan satu pertandingan.

Menariknya, dalam beberapa jajak pendapat media-media di Inggris, mayoritas lebih suka apabila Manchester City yang menjadi juara daripada Liverpool.

Setidaknya terdapat empat alasan pencinta sepak bola di Inggris lebih mendukung Manchester City dibandingkan Liverpool. Berikut ini adalah daftarnya:

1. Fans Rival

Manchester CityDi Inggris, mayoritas mendukung klub top seperti Manchester United, Chelsea, atau Arsenal. Artinya, mereka merupakan penggemar rival Liverpool pada era Big Four ditambah fans Everton.

Sebagai contoh, sebut saja Wayne Rooney. Seperti diketahui, Rooney merupakan pendukung dan lulusan akademi Everton serta lama membela Manchester United.

Rooney menilai, andai Liverpool memenangi Premier League, para pendukungnya akan berisik membanggakan tim. Pendapat eks kapten timnas Inggris itu merupakan satu di antara alasannya.

2. Mengalihkan Kesedihan

Steven GerrardSiapa yang tidak ingat tragedi Steven Gerard terpeleset lima tahun lalu? Insiden tersebut membuat Liverpool kehilangan trofi Premier League ke tangan Manchester City.

Rupanya, di Inggris insiden tersebut masih sering digunakan para pendukung tim lawan untuk mengolok Liverpool. Terutama fans tim rival yang sedang inkonsisten seperti Manchester United.

The Reds juga belum memenangi trofi apa pun sejak 2012. Apabila Liverpool memenangi Premier League, tentunya mereka akan kehabisan bahan olokan.

3. Merseyside Bukan Inggris

Liverpool Rayakan KemenanganSecara geografis, Liverpool memang bagian dari Inggris. Namun, dari segi politik, sosial, dan kultur, mereka merasa tidak memiliki kesaaman.

Dalam dua dekade terakhir, orang-orang di Liverpool merasa dianak-tirikan oleh pemerintah Inggris. Hasilnya, terdapat jarak antara Liverpool dengan kota-kota lain.

Sebagai contoh, ambil tragedi Hillsborough tiga dekade silam. Kala itu, seluruh masyarakat di Inggris seolah bersatu memusuhi Liverpool.

4. Dengki Terhadap Kesuksesan Klub Lain

Liverpool Selebrasi KemenanganDalam sepak bola, terdapat frasa, lebih baik dibenci daripada dicintai. Kenapa? Apabila Anda dibenci, berarti Anda kuat, dan begitu pula sebaliknya.

Dibandingkan tim-tim lain di Inggris, Liverpool terkesan stabil dalam beberapa musim terakhir. Di Inggris, praktis hanya Manchester City yang memiliki konsistensi seperti mereka.

Tentu saja pendukung fans Manchester United, Chelsea, atau Arsenal merasa iri. Hal itu karena klub yang mereka dukung tidak sekonsisten Liverpool.