AC MILAN
Bandar36JPDewa
Didalam sepakbola pada suatu klub pasti memilik julukan yang berbeda-beda dan cukup menarik, salah satunya klub asal italia yakni AC Milan yang sering disebut atau dijuluki sebagai tim Iblis. Berikut ini 10 fakta menarik tentang AC Milan yang dijuluki sebagai Tim Iblis:
AC MILAN TEAM
1. Warna Jersey
Bukan kebetulan AC Milan memilih corak merah hitam untuk seragam kebesarannya. Co-founder sekaligus kapten Milan pertama, Herbert Kilpin, menjelaskan bahwa warna merah hitam adalah warna iblis yang sesuai dengan dengan tekad klub.
“Kami akan menjadi tim iblis. Warna kami merah seperti api dan hitam seperti ketakutan yang akan dirasakan oleh lawan-lawan kami,” kata Kilpin menjelaskan.
2. Enrico Chiesa Si Pembunuh Iblis
Seperti yang terdapat pada ayat Al Qur’an surat Ali Imran ayat 185 bahwa “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati,” begitu pula dengan AC Milan yang dijuluki sebagai tim iblis.
Enrico Chiesa adalah seorang pembunuh iblis karena menjadi pemain yang sering membobol gawang AC Milan.
Selama masih aktif bermain, Chiesa sudah bertemu dengan Milan sebanyak 23 kali dan 17 kali merobek gawang rival sekota Inter Milan itu.
Chiesa menjebol gawang Milan saat bermain untuk beberapa klub, seperti Cremonese, Sampdoria, Parma, Fiorentina dan Siena.
3. Marco Van Basten Sang Raja Penelitian
Marco Van Basten merupakan salah satu anggota dari trio Belanda yang legendaris yang membawa AC Milan pada kejayaan pada akhir tahun 80 hingga awal 90-an.
Selain dikenal sebagai striker yang sangat mematikan di zamannya, Van Basten pun dikenal sebagai seorang raja penalti.
Itu dikarenakan mantan pemain Ajax Amsterdam itu masih memegang rekor sebagai pemain dengan rasio kesuksesan tertinggi dalam sejarah Milan hingga detik ini.
Van Basten memiliki rasio kesuksesan penalti hingga 92,4 persen atau dari 26 kesempatan penalti, Van Basten hanya gagal 2 kali.
4. Kiper Terbaik
Selain memiliki pemain terbaik di lini depan, Milan pun memiliki pemain terbaik di sektor pertahanan, tepatnya seorang penjaga gawang.
Pemain yang dimaksud adalah Sebastiano Rossi kiper terbaik Milan berjuluk raja clean sheet yang bermain dari tahun 1990 hingga 2002.
Musim 1993/1994 saat usianya 29 tahun, Rossi menorehkan 22 kali clean sheet atau 22 pertandingan tak kemasukan dari 34 laga di Serie-A.
Berkat kontribusinya, musim itu Milan berhasil meraih Scudetto dan juga gelar Liga Champions.
Tak hanya itu, Rossi pun hingga kini masih memegang rekor clean sheet terlama dalam sejarah Serie-A dengan catatan 929 menit atau 11 pertandingan dari 12 Desember 1993 sampai 27 Februari 1994.
5. Jumlah Gol Terbanyak Dalam Satu Pertandingan
Pertandingan antara AC Milan melawan Atalanta pada 15 Oktober 1972 hingga kini masih memegang rekor sebagai pertandingan dengan jumlah gol terbanyak di Serie-A.
Pada pertandingan yang digelar di San Siro itu, Milan menghancurkan Atalanta dengan skor 9-3.
Gol kemenangan Milan disumbangkan oleh hattrick Pierino Prati, Alberto Bigon dan Gianni Rivera masing-masing dua gol.
6. Mesin Gol Terbaik
AC Milan pernah memiliki seorang mesin gol terbaik yang berasal dari Swedia. Bukan Zlatan Ibrahimovic, tapi dia adalah Gunnar Nordahl yang memperkuat Milan dari 1949 hingga 1956.
Hingga kini, Nordahl tercacat sebagai satu-satunya pemain yang memperoleh gelar pluricapocannoniere, lima gelar capocannoniere (top scorer) Serie A dari musim 1949/50, 1950/51, 1952/53, 1953/54 dan 1954/55.
Sampai saat ini belum ada pemain yang bisa menyamai apalagi melebihi prestasi Nordahl.
7. Kombinasi Tua-Muda
Sejak dulu AC Milan dikenal gemar mengombinasikan pemain tua berpengalaman dengan para pemain muda.
Bahkan dalam beberapa kesempatan Milan justru lebih banyak menurunkan para pemain tua dengan sedikit pemain muda.
Buktinya adalah saat Carlo Ancelotti menurunkan pemain tertua dalam sejarah klub ketika melakoni partai tandang ke Catania pada Mei 2009.
Waktu itu skuat Milan yang dimainkan Ancelotti rata-rata berusia 33,2 tahun.
Di sektor pertahanan pemain paling tua dihuni legenda Milan, Paolo Maldini (40 tahun), di tengah ada Clarence Seedorf (33 tahun) dan di lini depan ada Fillipo Inzaghi (35 tahun).
Meskipun banyak menurunkan banyak pemain tua, tapi Milan tetap tim yang berkualitas hingga mampu mengalahkan tuan rumah Catania dengan skor 2-0 lewat gol Inzaghi dan Kaka.
8. Rekor Transfer Pemain
AC Milan menjadi salah satu klub tersukses di Italia dan Eropa karena banyak meraih gelar bergengsi.
Tapi uniknya, Milan menjadi tim yang terbilang irit dalam urusan pembelian pemain.
Itu bisa dilihat dari rekor pembelian termahal dalam sejarah Milan adalah pada tahun 2001 saat membeli Rui Costa dari Fiorentina dengan harga 49,7 juta euro yang belum terpecahkan hingga sekarang.
Untuk penjualan pemain termahal adalah saat Milan melepas Kaka ke Real Madrid pada tahun 2009 dengan banderol 65 juga euro.
Penjualan Kaka pun menjadi rekor penjualan pemain termahal dalam sejarah klub hingga saat ini.
9. Silvio Berlusconi
Membicarakan AC Milan tak lengkap rasanya jika tak membahas Silvio Berlusconi yang pernah menjadi pemilik Milan.
Berlusconi pertama kali mengakusisi Milan pada tahun 1986 dan berhasil menyelamatkannya dari kebangkrutan.
Dengan kucuran dana yang melimpah, Milan lantas menunjuk pelatih legendaris, Arrigo Sacchi sebagai arsitek klub dan juga mendatangkan sejumlah pemain berkualitas untuk memperkuat timnya.
Untuk menyambut skuat Milan yang baru, sektiar 10 ribu Milanisti pun datang berkumpul pada musim panas.
Tak ketinggalan Silvio Berlusconi yang datang menggunakan helikopter diiringi Ride of the Valkyries-nya Wagner yang menggema melalui pengeras suara.
“Saya tahu orang-orang mungkin akan tertawa, tapi kami perlu menunjukkan bahwa Milan memiliki cara berpikir yang baru,” ujar Berlusconi yang pernah menjabat perdana menteri Italia.
10. Raja Passing
Jika di trio Belanda ada raja penalti, yaitu Marco Van Basten, maka dari trio Swedia ada raja passing, yaitu Nils Liedholm.
Sebelum trio Belanda, Milan juga pernah memiliki trio Swedia yang sama legendarisnya pada tahun 1950-an.
Trio Swedia sering pula disebut dengan trio Gre-No-Li kepanjangan dari Gunnar Gren, Gunnar Nordahl, Nils Liedholm.
Khusus untuk Liedholm, ia adalah seorang gelandang yang memiliki bakat istimewa.
Karena keistimewaannya itu, ia begitu hebat saat bermain di lini tengah hingga memperoleh julukan Il Barone (Baron – gelar bangsawan di Eropa).
Liedholm dikenal sebagai pemain yang memiliki visi dan gaya permainan yang elegan.
Tingkat akurasi operannya sangat tinggi dan jarang sekali ada yang meleset.
Konon ada sebuah cerita unik yang terjadi setelah 2 tahun kedatangan Liedholm ke Milan.
Liedholm pernah melakukan kesalahan operan saat bermain di San Siro dan itu katanya adalah kesalahan operan pertama yang dilakukan Liedholm selama memperkuat Milan.
Bukannya ejekan, para penonton di San Siro justru memberi standing ovation selamat lima menit penuh.
Katanya lagi, itu merupakan standing ovation terlama dan terhangat dalam sejarah Milan. Unik karena standing ovation itu terjadi akibat seorang pemain yang melakukan sebuah kesalahan saat mengoper bola.
IndokasinoBantengmerahKLIK4A